Welcome to SMK YAPPI Official Site.


Watch video
BERITA

BERMODAL GERGAJI DAN KIKIR
Pesawat Sigit Mampu Mengudara

15 Maret 2015 Administrator Dibaca : 65 Kali

MOTIVASI Sigit Wiriatmo  untuk tidak menjadi bangsa bermental konsumtif terus dijaga. Tidak tanggung-tanggung, sikap itu seolah membuka mata kita semua,  karena karakter tersebut juga berlaku untuk pengadaan pesawat terbang.

Dengan tekad membaja, lelaki yang tinggal di Parahiyangan Rumah Vila B IX Bandung ini akhirnya berhasil membuat motor glider atau pesawat layang bermotor secara otodidak. Kini pesawat selebar sekitar 15 meter dengan panjang 6 meter itu ikut ambil bagian dalam ajang JAS 2015 di Pantai Depok. Bahkan sudah pesawat laying berbahan bakar pertamax itu sudah menempuh penerbangan Bandung-Yogyakarta.

Sigit membeberkan perjuangannya selama enam tahun membuat pesawat layang kapasitas dua orang itu. Lelaki kelahiran 27 April  1961 ini, mengungkapkan, membuat pesawat itu sangat mudah dan sederhana. "Kelihatannya sangat rumit, tetapi setelah saya pelajari secara otodidak, sangat mudah, dan bisa terbang sungguhan," ujar Sigit.                              

Alumni SMA N 1 Yogyakarta angkatan 1979/1980 ini bahkan cuma berbekal buku panduan dalam membuat pesawat berregister PK 5330 ini. Tidak hanya itu, alat yang dibutuhkan cukup gergaji besi, kikir tangan serta alat keling serta bahan alumunium berspek 6661 T VI sebuah pesawat bisa dibuat. Proses pembuatannya sebenarnya sudah dirintis sejak 2009 dan dilakukan penerbangan pertama 2014.  Kendati mampu membuat pesawat secara otodidak, Sigit juga memanfaatkan komponen lainnya, termasuk mesin mobil VW tahun 2005.  "Dengan mesin VW , langsung bias memulai pengerjaan modalnya tiga alat itu, dan buku panduan," ujarnya.

Menurut Sigit ketika pembuatan dilakukan secara fokus cukup dua tahun pesawat siap diterbangkan. Fase sulit dalam  merancang burung besi itu ketika membuat sayap. Namun karena dikerjakan secara sunguh-sungguh dan penuh perhitungan, akhirnya  2014 dinyatakan selesai dengan memakan biaya  30 ribu dolar atau sekitar Rp 400 juta.  Setelah selesai, pada tahun 2014 Sigit melakukan tes penerbangan perdana sendiri di Pangkalan TNI Angkatan Udara Sulaiman, Bandung. "Saya bukan pilot, pesawatnya juga belum pernah diterbangkan orang lain, itu sebuah tantangan, jadi perasaan saya seperti orang mau dieksekusi mati," ujarnya.
 
Tetapi kekhawatirannya lenyap, pesawat terbang mulus diudara tanpa cela. Kepiawaian Sigit tidak perlu diragukan lagi, dalam ajang JAS ini perjalanan dari Bandung menuju Yogyakarta ditempuh dengan pesawat ciptaannya sendiri.

"Perjalanan dari Bandung ke Yogyakarta cukup 2 jam, saya kaget kok cepat ya," jelasnya sambil tersenyum.  Lulusan ITB Jurusan Teknik Kimia ini berharap, generasi bangsa Indonesia diharapkan serius mengembangkan teknologi. Karena tidak ada yang sulit, termasuk dalam membuat pesawat terbang sekalipun. “Tidak ada yang sulit, jika semua dikerjakan dengan sungguh-sungguh,”ujar alumni SD Keputran 2 Ngasem Yogyakarta ini. (Roy)




KOMENTAR

BERITA LAINNYA

» Indeks

SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH

image Assalamu'alaikum wr.wb  ...

Detail

SMK YAPPI VOTES

Apakah website ini bagus ?





Lihat Hasil

TAUTAN

Persiapan UN
Universitas Negeri Yogyakarta

PRESTASI



KATEGORI



YAHOO MESSANGER