Wonosari – SMK YAPPI Wonosari terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi melalui pelaksanaan kegiatan penyusunan perangkat ajar bagi tenaga pendidik. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian program Teaching Factory (TEFA) yang telah resmi dibuka oleh Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Gunungkidul pada 20 Juli 2026.
Kegiatan penyusunan perangkat ajar dilaksanakan pada Jumat, 31 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat SMK YAPPI Wonosari. Program ini bertujuan untuk menyusun perangkat pembelajaran yang selaras dengan konsep Teaching Factory sehingga proses pembelajaran di sekolah semakin relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Peserta kegiatan terdiri atas Kepala SMK YAPPI Wonosari, seluruh guru kejuruan Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), serta beberapa guru mata pelajaran Normatif dan Adaptif. Kolaborasi antarbidang tersebut menjadi langkah strategis untuk menghasilkan perangkat ajar yang terintegrasi, kontekstual, dan mampu mendukung implementasi Teaching Factory secara optimal.
Pada kesempatan ini, SMK YAPPI Wonosari menghadirkan dua narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi dan Seni Budaya (BBPMPVSB) Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Dr. Wuryaningsih, S.Sos., M.Acc. dan Muhammad Agung Widodo, S.T., M.Pd. Keduanya memberikan pendampingan kepada para peserta dalam menyusun perangkat ajar yang mengacu pada standar pembelajaran berbasis produksi dan layanan sesuai kebutuhan industri.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa perangkat ajar Teaching Factory tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik, tetapi juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang autentik melalui proses kerja yang menyerupai kondisi nyata di dunia industri. Oleh karena itu, penyusunan perangkat ajar harus memperhatikan keselarasan antara capaian pembelajaran, alur kegiatan praktik, asesmen, hingga produk atau jasa yang dihasilkan peserta didik.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan praktik penyusunan perangkat ajar secara kolaboratif. Para guru berdiskusi mengenai strategi pembelajaran, penyusunan modul ajar, asesmen, serta pengintegrasian budaya kerja industri ke dalam proses pembelajaran. Pendampingan langsung dari narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh masukan sehingga perangkat ajar yang dihasilkan lebih aplikatif dan sesuai dengan karakteristik Jurusan Teknik Sepeda Motor.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru memiliki pemahaman yang sama dalam menerapkan pembelajaran berbasis Teaching Factory serta mampu menghasilkan perangkat ajar yang berkualitas. Perangkat tersebut nantinya akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna, meningkatkan kompetensi, membangun karakter kerja profesional, dan memiliki daya saing yang tinggi.
SMK YAPPI Wonosari berkomitmen untuk terus mengembangkan pembelajaran vokasi yang inovatif, adaptif, dan selaras dengan perkembangan dunia kerja. Melalui implementasi Teaching Factory yang didukung oleh perangkat ajar yang berkualitas, sekolah optimis dapat mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia industri maupun dunia usaha.







